Senin, 30 November 2015
Senin, 09 November 2015
Selasa, 03 November 2015
MEMETIK PENGALAMAN ROHANI dari ‘NGAWUL’
Hari Minggu Tanggal 1 November 2015 kami para laskar PPMF sudah siap di Gereja pukul 04.00 dini hari. Kegiatan pagi itu adalah ‘ngawul’ (menjual pakaian pantas pakai) sumbangan dari para umat yang peduli.Diawali dengan doa bersama di depan Patung Bunda Maria Fatima, kami mohon penyertaan Tuhan dan pendampingan Bunda Maria Fatima. Kegiatan ‘ngawul’ kali ini tidak didampingi oleh Romo Emanuel Maria Supranowo Pr, Romo pendamping PPMF, karena beliau ada tugas yang lainnya.
Hari masih pagi dan masih tampak gelap, tapi kami
sudah menggelar barang dagangan di Pasar Karangayu. Masih sepagi itu sudah ada pembeli yang datang dan semakin siang semakin bertambah banyak yang datang.Awalnya kami bersemangat menawarkan dengan harga yang sudah disepakati untuk tiap jenis pakaian yang dijual. Tetapi dengan harga itupun pembeli masih juga menawar sampai harga yang sangat rendah.
Yaahh… saya terpana melihat keadaan seperti itu. Meskipun tujuan kami untuk mengumpulkan dana untuk kegiatan PPMF dalam membantu orang yg
berkekurangan, tetapi mereka yang membelipun sebagian besar adalah masyarakat kelas bawah, dan bahkan kondisi mereka ada yang benar-benar tidak mampu untuk membayar meskipun sudah memilih-milih pakaian, karena uang yang dimiliki juga sangat terbatas. Akhirnya kami menjadi lebih luwes dalam memberikan harga, tidak mematok harus laku dengan harga yang disepakati, dan tidak lagi menargetkan penjualan dengan perolehan dana sebanyak-banyaknya….
Sekitar jam 7 pagi dagangan kami sudah mulai menipis, dan kami segera berkemas untuk pulang.Hari itu kami peroleh dana Rp 600.000,- cukup banyak untuk kegiatan sekitar 3 jam. Saya
berpikir jika bukan karena mencari dana untuk PPMF, rasanya saya ingin membagi-bagikan saja pakaian pantas pakai itu kepada orang yang membutuhkan. Jadi ‘harga’ bukan menjadi harga mati, dan dengan ‘ngawul’ kita bisa melakukan 2 (dua) kebaikan sekaligus untuk membantu sesama kita.
Saya teringat pesan Romo Emanuel Supranowo Pr, bahwa gerakan PMF ini supaya menjadi luwes, mengalir saja, kita ikuti arahnya, tidak hanya berhenti dengan mengumpulkan barang bekas, mengelola dan menjualnya saja, tetapi juga sebagai sarana untuk membangkitkan martabat manusia dan kepedulian terhadap sesama.
Hari itu sungguh sangat berkesan bagi saya, karena saya boleh memetik pengalaman rohani dari kegiatan ‘ngawul’, saya boleh merasakan dan melihat dengan hati saudara kita yang perlu dipedulikan. Terima kasih Romo Emanuel Supranowo Pr yang telah mengajarkan kepada kami untuk selalu ‘peduli’. Terima kasih Tuhan…. Semoga para laskar PPMF tidak akan pernah berhenti untuk mengasihi dan peduli kepada sesama.
Oleh : Krismastuti
Jumat, 30 Oktober 2015
Profil Bapak Medardus Sadjarwo
Mengenal sosok Bapak
Djarwo… begitu panggilan akrabnya, terkesan beliau ini pendiam dan sedikit
berbicara, namun tegas dalam tindakan, dan punya semangat yang luar biasa untuk
ambil bagian dalam pelayanan, terutama sebagai laskar PPMF.
Beliau termasuk
salah satu orang yang tergerak hatinya oleh Homili Romo Emanuel Maria Supranowo
Pr, tentang ajakan untuk bergabung bersama untuk bisa mewujudkan kepedulian dan
bisa menyentuh langsung kepada saudara kita kaum KLMTD.
Pada awal
pertemuan atas ajakan Romo tersebut hanya dihadiri oleh 7 (tujuh) orang, salah
satunya adalah Bapak Djarwo, Hingga sampai saat ini beliau masih tetap setia dan memegang komitmen untuk peduli dan melayani dengan tulus hati dan terlibat aktif sebagai laskar PPMF.
Pak Djarwo telah
pensiun beberapa waktu yang lalu, banyak waktu luangnya, maka beliau benar
benar total terlibat dalam PPMF.
Dengan melibatkan
diri sebagai laskar PPMF bahkan dengan terlibat aktif mengambil rongsok,
memilah rongsok, kegiatan ngawul (jual pakaian bekas) dan kegiatan lainnya itu telah membuatnya
bersemangat dan merasa sehat, bahkan bertemu dan berkumpul bersama sesama
laskar membuatnya senang dan bahagia.
Terlebih atas
dukungan sang istri tercinta Ibu V. Purwani, bapak dengan 2 orang putri yang
sudah bekerja sebagi guru SMA di Jakarta dan di Kantor Pajak, beliau semakin
memantapkan dirinya untuk menjadi bagian dari PPMF untuk bisa mewujudkan suatu
bentuk pelayanan kasih bagi saudara kita yang membutuhkan dan perlu
diperhatikan.
Tapi saya berpesan
pada Pak Djarwo: tetap jaga kesehatan dan tetap menomorsatukan keluarga,
disamping tetap menjalankan tugas pelayanan dengan penuh semangat, tulus iklas
dan penuh kasih.
Kita bersama
wujudkan ajakan Romo Emanuel Supranowo Pr. untuk bisa ‘memanusiakan sesama’.
Hidup Laskar PPMF…!
Oleh : Krismastuti
Kamis, 29 Oktober 2015
Profil Laskar PPMF
Profil Ibu Heru
![]() |
| Ibu Heru siap meluncur dengan 'belalang tempur' nya |
Ibu
Sugeng Saronto… begitu saya memanggilnya. Nama aslinya Maria Rosari Heru. Ibu berusia 54 tahun tepat tanggal 10 Oktober yang lalu ini, berputera 5 orang dan
telah dikaruniai 2 orang cucu. Beliau merupakan sosok yang tidak mengenal lelah dan
selalu semangat dalam keterlibatannya pada Paguyuban Pondok Maria Fatima (PPMF) sebagai relawan.
Kami
yang tergabung dalam PPMF menyebut diri kami sebagai Laskar
PPMF… yaa… laskar atau pasukan PPMF yang berkomitmen bekerja dengan sukarela
dan tulus iklas untuk ‘memanusiakan sesama’ (istilah dari Romo Pendamping Romo EM. Supranowo Pr.).
Laskar
PPMF yang satu ini semangatnya sungguh luar biasa, tiap hari bersedia
meluangkan waktunya untuk menjadi relawan, mengambil rongsok, memilah rongsok,
kegiatan ngawul (menjual pakaian pantas pakai), dan kegiatan lainnya, ibu ini
pasti terlibat aktif.
Bahkan
setiap hari setelah pekerjaan rumah tangganya selesai beliau bersedia bekerja
di ‘Base Camp’
PPMF, yang dia sebut sebagai ‘kantor’ nya.
Sungguh
luar biasa apa yang pernah disampaikan kepada saya: “Saya tidak punya apa-apa
yang bisa diberikan untuk membantu sesama yang membutuhkan, tetapi saya punya
tenaga dan saya mau membantu sesama dengan tenaga yang saya miliki“.
Beliau
mengatakan pula bahwa sangat bahagia dan dengan sukacita bekerja di ‘kantor’
nya, karena berbeda dengan Paguyuban lain yang diikutinya… Beliau merasa
menjadi berguna untuk orang lain.
Itulah
sosok yang membuat saya bangga, di usianya, di tengah tugasnya, disela
kesibukannya masih tetap semangat dan sukacita dengan tulus ikhlas melakukan
sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
Laskar
PPMF… selamat berjuang dalam penyertaan Bunda Maria Fatima… Tuhan Yesus
memberkati…
Oleh
: Krismastuti
Langganan:
Postingan
(
Atom
)







